Tinjau Perkembangan Padi, BRMP Sulut Perkuat Edukasi Teknologi PM-AAS
BOLANGITANG BARAT,-Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan kunjungan lapangan meninjau lahan percontohan penerapan sistem Pertanian Modern‑Advance Agricultural System (PM‑AAS). Kegiatan pengamatan dilaksanakan di dua lokasi lahan sawah yang dikelola kelompok tani di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Lokasi pertama berada di Desa Jambu Sarang, Kecamatan Bolangitang Barat, seluas satu hektar milik Kasman Payagi anggota Kelompok Tani Batu Siupo. Di lahan ini ditanam varietas IPB 9G dan Sanggaru 01 yang saat berkunjung berumur 78 hari setelah tanam.
Lokasi kedua terletak di Desa Busisingo, Kecamatan Sangkub seluas satu hektar milik Kelompok Tani Tunas Baru. Komoditas yang dikembangkan menggunakan varietas IPB 15S dan IPB 9G dengan usia tanaman 47 hari setelah tanam.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut Steivie Karouw, didampingi Penanggung Jawab LTT PM‑AAS Faisal. Turut hadir Constantin Simbala selaku Kelsi CWS Provinsi beserta tim pendukung terkait.
Ikut serta dalam kegiatan para Ketua Tim Kerja wilayah Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, serta Kota Kotamobagu dan para Penyuluh Pertanian Lapangan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan bersama mengawal perkembangan penerapan teknologi baru tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan, pertumbuhan tanaman padi pada kedua demplot tampak seragam, sehat, dan berkembang dengan baik. Kondisi tanaman tersebut menjadi bukti awal keberhasilan penerapan cara budidaya modern yang diterapkan secara terarah.
Lahan percontohan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat uji coba, melainkan pusat pembelajaran dan edukasi teknologi bagi petani sekitar. Melalui pengamatan nyata, petani dapat mempelajari cara penerapan serta manfaat sistem PM‑AAS secara mendalam.
Dalam penutup kunjungan, seluruh peserta menyepakati komitmen bersama antara tim BRMP dan para penyuluh pertanian. Mereka bersedia terus mendampingi dan memantau perkembangan tanaman hingga panen demi menjamin keberhasilan dan hasil yang optimal.
Sinergi yang terjalin diharapkan dapat mendorong perluasan penerapan sistem ini ke wilayah lain secara bertahap. Peningkatan hasil panen akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional .